Entry: Nonton Jelangkung Monday, October 08, 2007




*Jelangkung...jelangkung disini ada pesta..Datang tak dijemput..pulang tak diantar*

Aduh amit..amit jabang bayi deh kalau disuruh nonton Jelangkung 3. Maturnuwun sanget-lah bila ada teman-taman yang mau menraktir saya menonton film semacam itu. Tapi dengan sangat senang hati, saya menolaknya. Jika ada yang rela mengeluarkan koceknya seharga Rp.80 ribu untuk nonton Jelangkung di Satin Room, Blitz Megaplex-pun, saya dengan sangat legowo menampik tawaran itu. Maklum urat takut saya sangat kencang membelit seluruh sisi otak.

Saya lebih memilih tidak ditraktir ketimbang harus merasakan efek sepulang nonton dari bioskop yang gelap itu *semua bioskop pada dasarnya emang gelap, hu.hu.hu*. Film bergenre horor bisa membuat saya harus menatap dan celingukan dengan takutnya ke tempat-tempat gelap. Bila akan memasuki ruangan gelap, saya pasti maju mundur, masuk ngga..masuk ngga..masuk...ngga!!!...

Salah satu teman saya pernah menawari saya untuk nonton Hantu Jeruk Purut. Film yang beredar setahun lalu itu langsung membuat saya cukup geli.  "Apaan tuh, Mas, Hantu Jeruk Purut? Lucu banget namanya" sontak saya langsung tertawa. Ditengah kegelian saya, sebenarnya tersimpan rasa takut luar biasa. Apalagi kalau ternyata saya jadi juga menonton, bisa dijamin ketika menonton saya langsung menutup wajah dengan sepuluh jari. dan kedua lutut langsung saya angkat dan tekuk menutupi wajah. *maab, rada norak*

Kalau saya langsung menganggukan kepala tanda setuju menonton Hantu Jeruk Purut, teman saya dengan senang hati membelikan tiket untuk saya. Namun lagi..lagi saya menolaknya.

Tahun 2002, saya pernah mengantri bersama dua orang teman untuk menonton film Jailangkung di Bandung Indah Plaza (BIP). Kebetulan saat itu saya mendapatkan tempat duduk di barisan paling pojok agak belakang. Kebayang, kan, gimana rasa dingin merinding menjalari tubuh ketika ada adegan pemain utama membuka lemari kaca di kamar mandi dan ternyata terlihat ada sundel bolong  tercermin disana???? Aduhhh, setelah nonton Jailangkung 1...agak takut juga membuka lemari kaca, langsung deh terbayang adegan itu. *hiiiiiii*

Dua malam lalu seusai wawancara di Setiabudi Building, saya iseng menyambangi 21 Cineplex di lantai tiga. Merasa waktu yang mepet untuk segera kembali ke kos, maka rencana up-date film benar-benar sekadar untuk iseng saja. Ada seorang mas-mas yang memberikan selebaran bertuliskan: Jelangkung 3. WOWWWW!!! "Waduh, mas, justru saya paling ngeri nonton film horor kayak gini," celetuk saya sembari nyengir.

Sampai keesokan paginya rasa takut belum membelit saya. Pada pertengahan malam senin-tadi malam- iseng-isenglah membuka lembar demi lembar semacam booklet  itu. Ternyata boklet itu mah  bukan cerita adegan yang ada didalam film itu..tapi lebih pada fakta sejarah asal usul permainan Jelangkung.

"Jelangkung bisa dimainkan bersama-sama atau bahkan sendiri. Tidak disarankan untuk mencoba permainan ini tanpa didampingi oleh "orang pintar"."

Selain itu, juga ada petunjuk permainan Jelangkung.
Pertama, siapkan selembar kain putih. Kedua siapkan boneka-bonekaan dari kayu atau bisa juga jangka. Ketiga....addug, maab saya ga bisa meneruskan lagi.... Terlalu seram. Seriously, it's sound real as i've read in many of books! Gimana gue kagak kederrr. Langsung saja saya tutup booklet berwarna dasar putih bergambar depan anak kecil dengan tatapan kosong dan lunglai beserta bercikan darah disekitarnya.
Hurmph

Meminta saya sekali lagi menonton film produksi Rexinema itu? No thanks.Shocked Sampai sekarang-pun saya masih belajar mengatur turun naiknya emosi ketika harus menonton adegan pada film thriller. Ini lagi, saya harus menonton horor???? Once more, NO THANKS!!!

Lebih baik tawari saya menonton film Opera Jawa yang belum sempat saya tonton. Kini saya sudah tidak bisa lagi menontonnya di bioskop konvensional. Blitz Megaplex sudah mengakhiri pemutaran film itu sejak dua minggu lalu. Malangnya saya.

Silahkan tawari saya film humor, romance, sejarah...uggghhh, kalau ga ada deadline pasti saya dengan senang hati menerimanya. Siapa yang mau menawari saya? Ayo, kita nonton bareng....


   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments